“Permusuhan
Sedarah”
Riza alfian : peran -> Raka -> seorang polisi
dan anak ibu Misna
Pungky : peran -> ibu Misna -> orang tua raka
dan rena
Mafaid : peran -> Oki -> anak buah Alex
Ade : peran -> bos Alex -> pembunuh bayaran
Bhirawa : peran ->Fuad -> sahabat Raka
Hajeng : peran ->Rena -> anak ibu Misna dan
anak buah Alex
Di suatu ruang lingkup
yang begitu sempit,seorang ibu melahirkan putra dan putrinya. Akan tetapi ibu
itu memperlakukan tidak adil pada kedua anaknya,terutama anak perempuannya. Ia
merasa kurang untung bila salah satu anaknya ada yang perempuan. Ketika itu
suaminya sudah meninggal dunia. Anak
perempuannya dari kecil diperlakukan seperti laki-laki,serba keras dan selalu
di kekang.sedangkan anak laki-lakinya di didik hingga saat ini menjadi polisi
yang hebat. Akan tetapi anak perempuannya dari kecil kabur dari rumah. Ibu itu
menyesali dirinya sendiri karena sudah memperlakukan kedua anaknya tidak adil.
Bu Misna : “Tuhan, andai saja semuany kau hentikan
sejenak,mungkin aku takkan kehilanga putriku. Tapi nasi telah menjadi bubur.” (duduk
merenung sedih)
Raka :
“Ibu, kenapa engkau sedih. . ., sudahlah jangan pikirkan Rena, suatu sat dia
pasti kembali.” (menghampiri dan menenangkan hati ibu)
Di sisi lain,seorang
pembunuh bayaran yang kini masih dicari-cari pihak hukum sedang mengincar
polisi yang selalu menghalangi langkahnya.Sebut saja bos Alex yang mencari
mangsanya yaitu Raka.Disana ada Rena,gadis yang sejak kecil jadi anak buah
Alex,bersama Oki.Alex menyuruh Rena dan Oki untuk segera membereskan polisi
itu.
Bos Alex : “Woy….sini loe!!”(mukanya yang
menakutkan sambil bentak-bentak)
Rena :
“Ada apa
boss….kau manggil siapa,aku apa Oki.” (berjalan dari gudang menghampiri Alex
yang berada di markas penyimpanan barang)
Oki
: “Ada
apa nih…ikutan dong!”(lari mengejar Rena)
Bos Alex :
“eloe….eloe..pada tahu kan,aku mengincar seseorang,bagiku orang itu berbahaya
untuk keselamatan kita.Coba kaliyan lihat foto ini,namanya Raka,seorang polisi yang
saat ini sedang menyelidiki keberadaan kita.Dan kau Rena,kau satu-satunya anak
buahku yang cerdik dan licik,aku mau kau membereskan manusia laknat
itu!!!”(Membentak untuk menyuruh Rena serta menyodorkan foto Raka)
Rena :
“Oke boss,gampang lah…kapan pun akan aku lakukan.Asalkan ada upahnya lima kali lipat.”(bicara
meremehkan sambil posisi kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana)
Bos Alex : “Oke….dan loe tetap sama aku,Oki.”
Oki
: “Siapp boss!!!!”(bicara keras penuh kepastian)
Di
kantor pusat kepolisian,Rena menemukan batang hidung polisi yang dimaksud
Alex,dengan muka liciknya ia berjalan. Bertopi di balik dan berlagak sok kenal
kepada polisi itu.
Rena :
“selamat pagi pak polisi,,,!”(bergaya sok kenal)
Raka :
“Pagi juga,kamu butuh saya??Siapa namamu dan apa masalahmu?Kau hebat bias
menemuiku dengan sikap keberanianmu.” (membalas sambutan Rena dengan tegas)
Rena :
“Asal loe tau,loe piker aku takut sama loe. Hakim, pengadilan pun, berani aku
tendang. Jangankan loe yang cuma tau urusan orang,”(dengan sebuah pisau di
tangan Rena mengarahkan ke pembicaran Raka ,dengan mengancam)
Raka :
“apa maksud anda…..mau apa mengancam saya seperti ini. Apa kau komplotan
pembunuh bayaran itu. Kau anak buah Alex…perempuan macam apa
kau,licik!!”(bangkit dari tempat duduknya,merasa di lecehkan)
Rena
tiba-tiba mengobrak-abrik seluruh ruangan Raka sehingga dokumen-dokumen penting
sempat hilang. Rena merusakkan rutinitas Raka. Tak lama lagi Rena sudah
melarikan diri. Dengan muka dendam dan marah,Raka tetap mencari sumber masalah
yang bersangkutan dengan Alex.
************
Oki :
“Hooek…!!” (mabuk minta di jog depan mobil yang sedang diparkirkan)
Fuad :
“Woy…dasar preman gak punya moral,loe pikir nih mobil punya nenek moyang
loe.Ini mobilku.Bangsat!!” (dengan muka marah dan kesal,preman ngotorin
mobilnya)
Oki
: “Mentang-mentang kaya,punya mobil mewah,sini mual,loe main
bentak-bentak aja.Apa loe gak punya hati,”
Fuad :
“Mabuk sich mabuk,tapi jangan di mobil orang.Nih mobil udah bersih loe kotorin…”
(marah-marah dengan muka memerah)
************
Tiga
bulan kemudian Raka terus mencari kepastian tentang terror yang
mengancamnya.Suatu ketika Fuad,sahabat Raka member informasi tentang komplotan
Alex.
Fuad : “Brow…,salah satu komplotan Alex yang
selama ini meneror loe ternyata bernama Rena.Komplotan yang ini benar-benar
licik!” (menghampiri Raka yang duduk di kursi ruangannya)
Raka :
“Benarkah nama gadis itu Rena??”
Fuad :
“ya,dia dari kecil memang sudah ikut Alex.”
Raka :
“Oke,aku akan ngeberesin masalah ini dan akan menyeret perempuan itu beserta
Alex dan komplotannya di depan hokum.”(renggut Rakasambil memukulkan gegaman
tangannya ke meja)
************
Satu
bulan kemudian Raka pergi ke luar kota untuk menuntaskan masalahnya dengan
komplotan Alex.Di sisi lain Fuad menemukan sejumlah informasi penting tentang
perseteruan antara Raka dan Rena.Tampaknya Fuad memberitahukan informasi ini
pada ibu Misna.
Fuad :
“Bu Misna…!!!tungguu!!!” (mengejar bu Misna yang keluar dari apotik)
Bu Misna : “Iya,ada apa nak,” (berhenti sejenak)
Fuad :
“Ibu kan
pernah nyuruh saya nyari anak ibu yang bernama Rena,dan mempunyai tanda lahir
di telinga yang mirip dengan Raka.Aku telah menemukan perempuan itu bu,”
Bu Misna : “Benarkah itu,dimana dia sekarang,ibu
sangat merindukannya.” (kegirangan dan kaget)
Fuad :
“Akan tetapi kini dia menjadi buronan hokum,dia musuh Raka bu,dia komplotan
pembunuh bayaran.”
Ibu Misna : “Ya Tuhan,kenapa ini semua terjadi?kenapa
anak-anakku saling bermusuhan.Nak,tolong tolong beri tahu kepada Raka,Rena
adalah adiknya.” (meminta tolong)
Fuad :
“Ini yang saya bingungkan bu,Raka tak bias dihubungi.Bagaimana saya bias
memberitahukan kepada Raka.”
************
Di tempat
yang berbeda Raka menemukan jejak Alex dan komplotannya.Alex dapat ditumpaskan
dengan pistol apinya.Akan tetapi Rena masih bersembunyi entah itu dimana.
Oki
: “Bos….kita mati!!” (ucap Oki mengakhiri nafasnya)
Raka :
“Kebenaranlah yang selalu menang,”(hela nafas pelan-pelan)
Rena :
(Menancapkan pisau tajam dari arah samping Raka) “Mampus kau polisi sialan,kau
piker segampang itu menumpaskan komplotanku.”
Sejenak
dari peristiwa itu dari belakang ada ibu Misna dan Fuad.Mereka lari terbirit-birit
melihat Raka tergeletak dengan tumpahan darah.
Ibu Misna : “Rakaaa…,Raka anakku!!Jangan tinggalkan
ibu nak!!” (menangis dan mencoba membangunkan Raka)
Rena :
“Ibu,apa dia benar-benar kakakku??” (mendekat dan bingung)
Ibu Misna : “Rena,dia kakakmu,kenapa kau tega
membunuhnya.Ini memang salah Ibu memperlakukan kaliyan dari kecil secara tidak
adil,maafkan ibu nak,” (memeluk Rena)
Rena :
“Tidakkkk!!!Ini salahku…..ini salahku ibu,,” (tidak terima atas kelakuannya dan
berontak lepas dari pelukan ibunya)
************
Rena
: (Mengambil pisau yang tadinya ditusukkan ke Raka lalu menusukkan ke
tubuhnya sendiri)
Bu Misna : “Renaa…apa yang kau lakukan nakk!!!”
(berteriak melihat Rena melukai tubuhnya sendiri)
Rena :
“Maafkan aku bu,aku melakukan semua ini karma aku harus menebus dosaku….maafkan
ke…kilafan….kuu ini ibu.” (bernafas untuk yang terakhir kalinya)
Bu
Misna : “Innalillahiwainnailaihirajiun…..”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar