Sabtu, 02 Juni 2012

“Permusuhan Sedarah”


“Permusuhan Sedarah”
Riza alfian : peran -> Raka -> seorang polisi dan anak ibu Misna
Pungky : peran -> ibu Misna -> orang tua raka dan rena
Mafaid : peran -> Oki -> anak buah Alex
Ade : peran -> bos Alex -> pembunuh bayaran
Bhirawa : peran ->Fuad -> sahabat Raka
Hajeng : peran ->Rena -> anak ibu Misna dan anak buah Alex

Di suatu ruang lingkup yang begitu sempit,seorang ibu melahirkan putra dan putrinya. Akan tetapi ibu itu memperlakukan tidak adil pada kedua anaknya,terutama anak perempuannya. Ia merasa kurang untung bila salah satu anaknya ada yang perempuan. Ketika itu suaminya  sudah meninggal dunia. Anak perempuannya dari kecil diperlakukan seperti laki-laki,serba keras dan selalu di kekang.sedangkan anak laki-lakinya di didik hingga saat ini menjadi polisi yang hebat. Akan tetapi anak perempuannya dari kecil kabur dari rumah. Ibu itu menyesali dirinya sendiri karena sudah memperlakukan kedua anaknya tidak adil.
Bu Misna : “Tuhan, andai saja semuany kau hentikan sejenak,mungkin aku takkan kehilanga putriku. Tapi nasi telah menjadi bubur.” (duduk merenung sedih)
Raka        : “Ibu, kenapa engkau sedih. . ., sudahlah jangan pikirkan Rena, suatu sat dia pasti kembali.” (menghampiri dan menenangkan hati ibu)
Di sisi lain,seorang pembunuh bayaran yang kini masih dicari-cari pihak hukum sedang mengincar polisi yang selalu menghalangi langkahnya.Sebut saja bos Alex yang mencari mangsanya yaitu Raka.Disana ada Rena,gadis yang sejak kecil jadi anak buah Alex,bersama Oki.Alex menyuruh Rena dan Oki untuk segera membereskan polisi itu.
Bos Alex : “Woy….sini loe!!”(mukanya yang menakutkan sambil bentak-bentak)
Rena        : “Ada apa boss….kau manggil siapa,aku apa Oki.” (berjalan dari gudang menghampiri Alex yang berada di markas penyimpanan barang)
Oki           : “Ada apa nih…ikutan dong!”(lari mengejar Rena)
Bos Alex  : “eloe….eloe..pada tahu kan,aku mengincar seseorang,bagiku orang itu berbahaya untuk keselamatan kita.Coba kaliyan lihat foto ini,namanya Raka,seorang polisi yang saat ini sedang menyelidiki keberadaan kita.Dan kau Rena,kau satu-satunya anak buahku yang cerdik dan licik,aku mau kau membereskan manusia laknat itu!!!”(Membentak untuk menyuruh Rena serta menyodorkan foto Raka)
Rena        : “Oke boss,gampang lah…kapan pun akan aku lakukan.Asalkan ada upahnya lima kali lipat.”(bicara meremehkan sambil posisi kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana)
Bos Alex : “Oke….dan loe tetap sama aku,Oki.”
Oki          : “Siapp boss!!!!”(bicara keras penuh kepastian)



          Di kantor pusat kepolisian,Rena menemukan batang hidung polisi yang dimaksud Alex,dengan muka liciknya ia berjalan. Bertopi di balik dan berlagak sok kenal kepada polisi itu.
Rena       : “selamat pagi pak polisi,,,!”(bergaya sok kenal)
Raka       : “Pagi juga,kamu butuh saya??Siapa namamu dan apa masalahmu?Kau hebat bias menemuiku dengan sikap keberanianmu.” (membalas sambutan Rena dengan tegas)
Rena       : “Asal loe tau,loe piker aku takut sama loe. Hakim, pengadilan pun, berani aku tendang. Jangankan loe yang cuma tau urusan orang,”(dengan sebuah pisau di tangan Rena mengarahkan ke pembicaran Raka ,dengan mengancam)
Raka        : “apa maksud anda…..mau apa mengancam saya seperti ini. Apa kau komplotan pembunuh bayaran itu. Kau anak buah Alex…perempuan macam apa kau,licik!!”(bangkit dari tempat duduknya,merasa di lecehkan)
          Rena tiba-tiba mengobrak-abrik seluruh ruangan Raka sehingga dokumen-dokumen penting sempat hilang. Rena merusakkan rutinitas Raka. Tak lama lagi Rena sudah melarikan diri. Dengan muka dendam dan marah,Raka tetap mencari sumber masalah yang bersangkutan dengan Alex.
************
Oki         : “Hooek…!!” (mabuk minta di jog depan mobil yang sedang diparkirkan)
Fuad       : “Woy…dasar preman gak punya moral,loe pikir nih mobil punya nenek moyang loe.Ini mobilku.Bangsat!!” (dengan muka marah dan kesal,preman ngotorin mobilnya)
Oki          : “Mentang-mentang kaya,punya mobil mewah,sini mual,loe main bentak-bentak aja.Apa loe gak punya hati,”
Fuad       : “Mabuk sich mabuk,tapi jangan di mobil orang.Nih mobil udah bersih loe kotorin…” (marah-marah dengan muka memerah)
************

          Tiga bulan kemudian Raka terus mencari kepastian tentang terror yang mengancamnya.Suatu ketika Fuad,sahabat Raka member informasi tentang komplotan Alex.
Fuad        : “Brow…,salah satu komplotan Alex yang selama ini meneror loe ternyata bernama Rena.Komplotan yang ini benar-benar licik!” (menghampiri Raka yang duduk di kursi ruangannya)
Raka       : “Benarkah nama gadis itu Rena??”
Fuad        : “ya,dia dari kecil memang sudah ikut Alex.”
Raka       : “Oke,aku akan ngeberesin masalah ini dan akan menyeret perempuan itu beserta Alex dan komplotannya di depan hokum.”(renggut Rakasambil memukulkan gegaman tangannya ke meja)
************
          Satu bulan kemudian Raka pergi ke luar kota untuk menuntaskan masalahnya dengan komplotan Alex.Di sisi lain Fuad menemukan sejumlah informasi penting tentang perseteruan antara Raka dan Rena.Tampaknya Fuad memberitahukan informasi ini pada ibu Misna.
Fuad       : “Bu Misna…!!!tungguu!!!” (mengejar bu Misna yang keluar dari apotik)
Bu Misna : “Iya,ada apa nak,” (berhenti sejenak)
Fuad       : “Ibu kan pernah nyuruh saya nyari anak ibu yang bernama Rena,dan mempunyai tanda lahir di telinga yang mirip dengan Raka.Aku telah menemukan perempuan itu bu,”
Bu Misna : “Benarkah itu,dimana dia sekarang,ibu sangat merindukannya.” (kegirangan dan kaget)
Fuad        : “Akan tetapi kini dia menjadi buronan hokum,dia musuh Raka bu,dia komplotan pembunuh bayaran.”
Ibu Misna : “Ya Tuhan,kenapa ini semua terjadi?kenapa anak-anakku saling bermusuhan.Nak,tolong tolong beri tahu kepada Raka,Rena adalah adiknya.” (meminta tolong)
Fuad        : “Ini yang saya bingungkan bu,Raka tak bias dihubungi.Bagaimana saya bias memberitahukan kepada Raka.”
************
          Di tempat yang berbeda Raka menemukan jejak Alex dan komplotannya.Alex dapat ditumpaskan dengan pistol apinya.Akan tetapi Rena masih bersembunyi entah itu dimana.
Oki          : “Bos….kita mati!!” (ucap Oki mengakhiri nafasnya)
Raka       : “Kebenaranlah yang selalu menang,”(hela nafas pelan-pelan)
Rena       : (Menancapkan pisau tajam dari arah samping Raka) “Mampus kau polisi sialan,kau piker segampang itu menumpaskan komplotanku.”
          Sejenak dari peristiwa itu dari belakang ada ibu Misna dan Fuad.Mereka lari terbirit-birit melihat Raka tergeletak dengan tumpahan darah.
Ibu Misna : “Rakaaa…,Raka anakku!!Jangan tinggalkan ibu nak!!” (menangis dan mencoba membangunkan Raka)
Rena        : “Ibu,apa dia benar-benar kakakku??” (mendekat dan bingung)
Ibu Misna : “Rena,dia kakakmu,kenapa kau tega membunuhnya.Ini memang salah Ibu memperlakukan kaliyan dari kecil secara tidak adil,maafkan ibu nak,” (memeluk Rena)
Rena        : “Tidakkkk!!!Ini salahku…..ini salahku ibu,,” (tidak terima atas kelakuannya dan berontak lepas dari pelukan ibunya)
************
Rena         : (Mengambil pisau yang tadinya ditusukkan ke Raka lalu menusukkan ke tubuhnya sendiri)
Bu Misna : “Renaa…apa yang kau lakukan nakk!!!” (berteriak melihat Rena melukai tubuhnya sendiri)
Rena        : “Maafkan aku bu,aku melakukan semua ini karma aku harus menebus dosaku….maafkan ke…kilafan….kuu ini ibu.” (bernafas untuk yang terakhir kalinya)
Bu Misna : “Innalillahiwainnailaihirajiun…..”

Tidak ada komentar: