PERSAHABATAN
Pagi hari di sekolah didalam kelas ada 3 orang anak murid yang sedang berbincang-bincang. Anak – anak ini bersahabat sejak kelas 3 SMP. Mereka adalah Rara, Lili, Fitri, Lala.
Rara : (Ceria) ”Pagi Sobat....!!”
Lala, Fitri : “Pagi Ra...”
Rara : “Ngomong-ngomong kayanya ada yang kurang deh !”
Lala : “Iya, yah...”
Fitri : “Ya, iyalah ada yang kurang. Orang Lili belum datang.”
Rara : “Oh... Iya Lili. Pantas saja sepi banget biasanya kan dia yang paling bawel ...!”
Tiba-tiba Lili datang, dengan wajah termenung tanpa senyum. Sedikitpun langsung duduk ditempat duduknya.
Lala : “Tumben banget nona bawel baru datang ?”
Fitri : “ Iya nih kesiangan ya ?”
Lili : “Iya... (sambil termenung)”
Fitri: “Kamu kenapa Li ? Gak biasanya kamu seperti ini ? biasanya kamu pagi-pagi udah buat kita bertiga ketawa.”
Lala : “Iya nih ! kamu sakit Li, kayanya kamu lesu banget.”
Fitri : “Tau nih ditanya aku aja jawabannya singkat banget.”
Lili : “Gak kok. Aku gak kenapa-napa cuma lagi malas ngomong aja....”
Fitri: “Ya udah Li kalau memang kamu gak kenapa-napa kita cuma takut aja kalau kamu lagi ada masalah atau kamu sedang sakit tapi gak mau cerita.”
Lili : “Ya... pokoknya aku gak kenapa-napa. Kalian gak usah takut.”
(Bel masuk pun berbunyi)
Bu Widi pun masuk ke dalam kelas karena pada hari ini jam mengajar Bu Widi dikelas ini.
Bu Widi : “Pagi.... anak-anak ?”
Anak-anak : (Menjawab Serentak) “Pagi...”
Bu Widi : “Baik pada hari ini kita akan melanjutkan materi yang minggu lalu Ibu berikan, sebelumnya kumpulkan tugas kalian !!”
Anak-anak : “Iya Bu”
Lili : “Bu, buku saya tertinggal di rumah.”
Bu Widi : “ Tertinggal... ? kamu tidak membawa tugasnya, apa tidak membuatnya ?”
Lili : “Saya tidak membawanya Bu. Sungguh, saya tidak berbohong.”
Bu Widi : “Ya sudah, kalau begitu kamu tidak dapat nilai seperti teman-teman kamu...!”
Fitri : (berbisik-bisik) “Li... kamu gak bawa tugas ya ? Gak biasanya kamu kaya gini.....”
Lili : “Iya tri aku lupa. Semalam aku tidur malam banget !!! Jadi aku lupa memasukan kedalam tasku.”
Bu Widi :” Ibu akan berikan selembaran kertas yang isinya materi-materi penting untuk kalian pelajari..”
Bu Widi membagikan kertas lembaran itu, anak-anak pun membacanya dan memahaminya. Lalu ia memeriksa tugas yang dikumpulkan tadi.
Tiba-tiba Ibu Staf Tata Usaha datang dan masuk kedalam kelas.
Bu Puji : “Permisi Bu Widi... Saya minta waktu sebentar.”
Bu Widi : “Silahkan Ibu!!!”
Bu Puji: “Anak-anak maaf Ibu mengganggu kalian belajar. Sebentar, ibu kesini mau memanggil anak yang bernama Lili. Yang bernama Lili acungkan tangan.”
Lili : (Mengancungkan tangan) “Saya Bu !”
Bu Puji : “Ikut ke ruang ibu sebentar ada yang ibu mau bicarakan !”
Lili : “Baik Bu.”
Sampainya diruang Tata Usaha, Lili duduk tegang di hadapan Ibu Puji.
Lili : “ Ada apa ya Bu sampai saya di panggil ke ruang ibu ?”
Bu Puji : “Begini Li, apa benar kamu sudah menunggak SPP 3 bulan ?”
Lili : “Iya bu memang saya belum membayar uang spp selama 3 bulan.”
Ibu Puji : “Kenapa ? kamu sampai menunggak 3 bulan?
Apa sebenarnya kamu di kasih uangnya tapi kamu pakai ?”
Lili : “Tidak Bu memang saya belum dikasih uangnya sama orang tua saya, karena orang tua saya belum punya uang.”
Bu Puji: “Ya sudah, kalau begitu.... Ibu sarankan ke kamu secepatnya melunasi karena sebentar lagi kamu akan UAN.”
Lili : “Baik Bu. Secepatnya saya akan melunasinya.”
Bu Puji: “Iya... Kembalilah kekelasmu!”
Lili : “Terima kasih Bu. Permisi !”
Akhirnya Lili kembali kekelas. Didalam kelas, Rara, Lala, dan Fitri sedang asik mengobrol.
Lala : “Li, bu Puji ngomong apa sama kamu ? Ada masalah ya ?”
Lili : “Gak kok ! Gak ada masalah apa-apa cuma ngobrol masalah perpisahan aja..... Aku kan ketua panitia.”
Lili terpaksa berbohong dengan sahabat-sahabatnya karena dia tidak mau sahabatnya jadi tahu masalah dia dan ikut kedalam masalahnya.Dia berusaha menyembunyikannya.
Lala : “Oh... Kami kira ada apa.”
Rara : “Teman – teman, ntar pulang sekolah antar aku ya ke toko buku ? Soalnya aku mau beli novel-novel terbaru sekalian kita shopping.Gimana?”
Lala,Fitri : “Okey!!”
Fitri : “Li kok kamu diam, apa kamu gak mau ikut ?”
Lili : “Iya Tri kayaknya aku gak ikut soalnya kan kamu tahu sendiri, ayahku lagi sakit dan belum sembuh. Jadi aku harus membantu ibu menjaga ayah.”
Fitri : “Ya... sudah kalau begitu !”
Bel Istirahat berbunyi
Rara : “Sudah istirahat, kita kekantin yuk.. Laper nih !!”
Lala, Fitri : “Yuk.... kita juga laper!”
Lili : “Teman - teman, aku gak ikut ya soalnya aku gak laper dan lagi males kekantin. Kalian saja ya.”
Rara, Lala, Fitri : “Ya sudah kalau kamu gak mau ikut. Kita ke kantin dulu ya ?”
Lili terpaksa harus berbohong lagi padahal dia bukan tidak lapar tapi tidak mempunyai uang dan tiba-tiba tersirat di pikiran Lili untuk mengambil uang Rara yang ada didalam tas. Uang itu akan digunakan Rara untuk membeli Novel dan Shopping nanti sepulang sekolah.
Lili : “Aku bingung harus membayar SPP tapi gak punya uang. Minta sama ibu kan ibu lagi gak punya habis untuk ayah ke rumah sakit. Apa aku ambil saja uang Rara yang katanya mau dibelikan novel dan shopping pasti uangnya cukup ! Tapi kan dia sahabat aku sendiri. Maafin aku ya Ra. Nggak ada jalan lain ... Karena aku harus secepatnya melunasi uang SPP.”
Bel Masuk kelas pun berbunyi . Rara, Lala, dan Fitri masuk ke dalam kelas.
Bu Widi pun juga masuk ke dalam kelas melanjutkan pembelajaran tadi.
Fitri : “Sedang apa kamu Li ?”
Lili : “Aku lagi baca buku saja.”
Lala : “Kamu istirahat cuma dikelas aja ? Nggak bosen Li ?”
Lili : “Nggak, aku kan sudah bilang aku males.”
Rara : “Udah... kok jadi dipermasalahin sih.. ?”
Rara belum menyadari kalau uangnnya hilang. Setelah dia membuka tasnya sewaktu mengambil buku pelajaran dan melihat dompetnya terbuka dia langsung kaget karena uangnya hilang.
Rara : “Teman – teman , uang aku hilang !”
Lala, Fitri : “Hilang ?”
Bu Widi : “Ada apa ini?”
Fitri : “Uang Rara hilang Bu.”
Bu Widi : “Kok bisa hilang?”
Rara : “Tadi aku simpan disini uangnya. Kemana ya .”
Lala : “Apa ada yang mencuri uang kamu Ra ?”
Rara : “Bisa jadi, kalau tidak ada yang mencuri gak mungkin uang aku hilang.”
Fitri : “Siapa yang mencuri ya kok tega banget sih.
Rara : “Lil... ! Kok kamu diam saja sih ? Bantuan aku donk ! uang aku hilang nih
Lili : “Bukan aku Ra yang mencuri !!”
Rara : “Siapa yang bilang kamu yang mencuri. Aku kan cuma minta dibantuin cari.”
Fitri : “Li.... kok kamu ngomong gitu ? Bukannya aku nuduh kamu ya dari tadikan cuma kamu yang ada dikelas ini sampai istirahat selesai.”
Lili : “Tapi bukan aku Tri yang ngambil uang Rara. Benar. Aku kan sahabat kalian.”
Lala : (Jutek) “Biarpun kamu sahabat kita mungkin ajakan.
Bu Widi : “Sudah anak – anak. Kalian jangan saling menuduh seperti ini.
Ya udah biar kalian gak salah menuduh kita periksa semua tas. Cuma untuk membuktikan saja. Coba kalian bantu ibu memeriksa tas yang ada di kelas ini”
Lili : Bu Widi, teman – teman memang aku yang mengambil uang kamu. Tapi aku terpaksa Ra !!! Aku bukan bermaksud Jahat.”
Rara : “Jadi... kamu Li yang ambil uang aku ! Ya ampun Li.... Aku nggak nyangka banget.
Bu Widi : ”Kamu terpaksa kenapa Li? Mengapa kamu berbuat seperti ini”
Lili : “Saya terpaksa karena belum bayar uang SPP 3 bulan Bu. Orang tua saya belum mempunyai uang dan ayah saya sedang sakit.”
Rara : “Tapi kamu gak harus seperti ini Li....”
Lala : “Iya Li kenapa kamu gak jujur ada sama kita. Kalau kamu jujur kita pasti akan bantu kamu.
Fitri : “Bener banget !!! Jadi kamu nggak harus melakukan perbuatan seperti ini.”
Lili : “Aku menyesal udah gak jujur sama kalian. Aku seperti ini karna aku gak mau menyusahkan kalian terus. Aku minta maaf sama kalian. Terutama Rara.”
Rara : “Aku maafin kamu Li. Karena aku tahu kamu dalam keadaan terdesak melakukan semua ini.”
Lili : “Kamu memang sahabat aku yang paling baik Ra, aku sangat menyesal sekali.”
Lala : “Bagaimanapun seseorang sahabat dia tetap menjadi seorang sahabat !
Fitri : “Kamu salah La... diralat ya ? Bagaimanapun kesalahan seorang sahabat kita harus memaafkannya karena manusia pasti membuat kesalahan dan tidak selalu benar. Jadi kita harus tetap jadi sahabat sejati.”
Lili : “Makasih ya teman - teman kalian memang sahabat yang paling baik dan yang paling aku sayang . Makasih kalian sudah mau maafin aku dan masih mau jadi sahabatku.
Rara : “Iya Li.”
Lala : “Li..Kamu juga harus berterima kasih donk sama Bu Widi karena beliau sudah membatu kita semua memecahkan masalah ini.
Lili : Bu Widi saya ucapkan banyak terima kasih pada ibu, atas bantuan ibu masalah ini cepat terselesaikan.”
Bu Widi : “ Iya sama – sama. Ya sudah kalau seperti ini kan jadinya enak. Tak lagi ada lagi saling menuduh diantara persahabatn kalian.
Rara, Lala, Tri : “Iya harus donk !!!”
Rara : “Ya udah Li uangku untuk kamu saja karena aku tahu kamu sangat membutuhkannya daripada aku.”
Lili : “Benar Ra ? Makasih sekali lagi aku ucapkan untuk kamu sampai kapan pun juga aku nggak akan melupakan kebaikan kamu.”
Rara : “Iya.... Li. Sama – sama.
Nama anggota kelompok :
1. Devy Puspita S. (09)
2. Linda Widiastutuk (21)
3. Novi Fitriani (30)
4. Pujiarti ()
5. Shinta Arisanti D. (39)
6. Yusi Maria U. (44)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar